Di dunia Nishikigoi, ada ikan koi yang harganya mahal karena kualitasnya, ada yang mahal karena garis keturunannya, dan ada pula yang menjadi legenda karena mampu menggabungkan hampir seluruh aspek yang dicari oleh seorang kolektor.
Salah satu nama yang paling fenomenal adalah S-Legend, seekor koi betina varietas Kohaku dari Sakai Fish Farm, Hiroshima, Jepang.
S-Legend tercatat dalam berbagai laporan industri koi sebagai koi yang mencapai harga lelang 203.000.000 yen, ketika memiliki panjang sekitar 101 cm dan berusia sekitar 9 tahun. Nilai tersebut pada saat itu menjadikannya pemegang rekor harga lelang koi yang sangat fenomenal dan mendapat perhatian dunia internasional.
Namun, kisah S-Legend sebenarnya jauh lebih menarik daripada sekadar angka 203 juta yen.
Ikan ini sebelumnya telah membuktikan kualitasnya di arena kontes koi Jepang. S-Legend meraih Grand Champion ZNA International Koi Show pada 2016 dan kemudian Grand Champion All Japan Combined Nishikigoi Show ke-48 pada 2017. Bahkan, pada 2019 S-Legend kembali meraih Grand Champion di All Japan Koi Show.
Dengan demikian, S-Legend bukan sekadar koi mahal.
Ia adalah contoh bagaimana genetik, pertumbuhan, body conformation, kualitas kulit, warna, pola, finishing, pemeliharaan, reputasi breeder, dan prestasi kontes dapat bertemu pada satu ekor koi.
S-Legend, Kohaku yang Mengguncang Dunia Koi
S-Legend merupakan koi dari varietas Kohaku, salah satu varietas paling fundamental dalam dunia Nishikigoi.
Kohaku secara sederhana merupakan koi dengan:
- dasar putih atau shiroji,
- pola merah atau hi,
- tanpa pola hitam sebagai elemen utama.
Meskipun secara konsep terlihat sederhana, menghasilkan Kohaku kelas dunia bukanlah pekerjaan mudah.
Pada kelas tertinggi, juri dan kolektor memperhatikan banyak aspek sekaligus, termasuk bentuk tubuh, kualitas shiroji, kualitas beni, kiwa, sashi, keseimbangan pola, kondisi kulit, finishing, serta kesan keseluruhan ketika koi berenang.
S-Legend mampu memenuhi standar tersebut pada level yang sangat tinggi.
Yang membuatnya semakin menarik adalah ukuran tubuhnya.
S-Legend mencapai sekitar 97 cm ketika berusia 7 tahun dan kemudian berkembang hingga sekitar 101 cm. Kentaro Sakai bahkan menjelaskan bahwa pada usia tujuh tahun, ukuran 97 cm tersebut merupakan rekor pertumbuhan bagi koi yang pernah dibesarkan Sakai Fish Farm pada saat itu.
Bagi penggemar koi jumbo, angka tersebut sangat penting.
Seekor koi yang dapat melewati ukuran 90 cm dengan tetap mempertahankan kualitas kulit, warna, pola dan body conformation merupakan sesuatu yang sangat sulit dicapai.
Dari Neo Universe hingga S-Legend
Salah satu aspek yang sering dibicarakan ketika membahas S-Legend adalah bloodline.
Sumber wawancara dengan Kentaro Sakai menjelaskan bahwa induk betina atau female oyagoi S-Legend berasal dari Neo Universe, sedangkan induk jantannya merupakan keturunan Tomahawk. Kentaro Sakai menjelaskan bahwa Neo Universe berasal dari Rose bloodline, sementara Tomahawk berasal dari Donguri atau Benihana bloodline. Keduanya dipilih karena hubungan darahnya relatif jauh.
Hasil persilangan tersebut menghasilkan Kohaku dengan karakter yang sangat menarik.
Kentaro Sakai juga menjelaskan bahwa kualitas beni S-Legend sangat mirip dengan Neo Universe, induk betinanya.
Hal ini menjadi salah satu contoh menarik dalam dunia breeding koi.
Bloodline bukan berarti setiap keturunan otomatis menjadi koi juara.
Breeder harus melakukan seleksi dalam jumlah sangat besar untuk menemukan individu yang memiliki kombinasi genetik dan karakter fenotip yang luar biasa.
S-Legend Tidak Langsung Dianggap Sebagai Koi Legendaris
Menariknya, kisah S-Legend justru memperlihatkan bahwa potensi seekor koi tidak selalu terlihat ketika masih kecil.
Dalam wawancara yang dipublikasikan Hikari/Kamihata, Kentaro Sakai mengungkapkan bahwa ketika masih muda, S-Legend belum terlihat sebagai ikan yang pasti akan menjadi Grand Champion.
Daishiro Shirasaka membeli S-Legend ketika ikan tersebut masih berusia sekitar dua tahun.
Saat itu, S-Legend bahkan memiliki beberapa kekurangan menurut pengamatan Sakai.
Warna merahnya masih terlihat relatif ringan dan bagian kepalanya tampak terlalu besar dibandingkan tubuhnya.
Namun kemudian terjadi perubahan luar biasa.
S-Legend berkembang sangat cepat.
Dari sekitar 60 cm pada usia dua tahun, ukurannya berkembang menjadi sekitar 74 cm pada usia tiga tahun. Perkembangan tersebut membuat Kentaro Sakai mulai melihat bahwa ikan tersebut memiliki sesuatu yang berbeda.
Inilah salah satu pelajaran penting dalam pemeliharaan koi.
Jangan terlalu cepat menilai seekor koi hanya berdasarkan kondisi saat ini.
Koi merupakan ikan yang terus berkembang.
Kualitas yang terlihat pada usia nisai belum tentu menjadi bentuk akhirnya ketika koi memasuki usia sansai, yonsai, atau lebih tua.
Mengapa Namanya S-Legend?
Nama S-Legend juga memiliki cerita tersendiri.
Huruf “S” berasal dari dua nama:
Sakai — Sakai Fish Farm
dan
Shirasaka — Daishiro Shirasaka, pemilik koi tersebut.
Sedangkan kata “Legend” tentu saja menggambarkan perjalanan luar biasa ikan tersebut hingga akhirnya menjadi salah satu koi paling terkenal dalam sejarah Nishikigoi.
Nama tersebut kemudian benar-benar menjadi kenyataan.
S-Legend bukan sekadar nama.
Ia menjadi salah satu koi yang namanya dikenal luas bahkan di luar komunitas penghobi koi Jepang.
Grand Champion ZNA International Koi Show 2016
Salah satu titik penting dalam perjalanan S-Legend terjadi pada ZNA International Koi Show 2016.
S-Legend berhasil mendapatkan gelar Grand Champion.
Yang lebih mengesankan, kemenangan tersebut diperoleh dengan hasil pemungutan suara yang sangat dominan.
Menurut wawancara Kentaro Sakai, S-Legend memperoleh 50 suara berbanding 0 dalam pemilihan Grand Champion tersebut. Sakai menyebut hasil tersebut sebagai sesuatu yang sangat membanggakan karena merupakan pertama kalinya Grand Champion ZNA Show memperoleh hasil sempurna seperti itu.
Kemenangan tersebut mengubah status S-Legend.
Dari seekor Kohaku dengan potensi besar, ia berubah menjadi salah satu koi yang diperhitungkan di tingkat internasional.
Grand Champion All Japan Koi Show 2017
Setahun kemudian, S-Legend kembali membuat sejarah.
Pada All Japan Combined Nishikigoi Show ke-48, S-Legend meraih gelar Grand Champion.
Saat itu ukurannya sekitar 97 cm.
Kemenangan ini sangat penting karena All Japan Koi Show merupakan salah satu panggung paling bergengsi dalam dunia Nishikigoi.
S-Legend berhasil menunjukkan bahwa kemenangan sebelumnya bukan sekadar kebetulan.
Ia kembali mampu bersaing dengan koi-koi terbaik Jepang dan keluar sebagai Grand Champion.
Pada titik inilah reputasi S-Legend semakin meningkat.
Kombinasi antara:
- ukuran jumbo,
- kualitas kulit,
- beni,
- shiroji,
- pola,
- body conformation,
- bloodline,
- dan prestasi kontes
membuat nilai ikan tersebut semakin tinggi.
Rekor 203 Juta Yen
Kemudian datanglah peristiwa yang membuat nama S-Legend dikenal di seluruh dunia.
Pada lelang Sakai Fish Farm pada 2018, S-Legend yang telah mencapai sekitar 101 cm terjual dengan harga:
¥203.000.000
atau 203 juta yen.
Berbagai laporan pada periode tersebut mengonversinya menjadi sekitar US$1,8 juta atau sekitar €1,5 juta, tergantung kurs yang digunakan.
Jika dikonversikan ke rupiah berdasarkan nilai tukar pada periode tersebut, angka ini sering diberitakan berada di kisaran Rp26–27 miliar.
Namun, nilai rupiah tersebut harus dipahami sebagai konversi berdasarkan kurs, bukan angka transaksi dalam rupiah.
Yang benar-benar dibayarkan dalam lelang adalah 203 juta yen.
Siapa Pembeli S-Legend?
Lelang S-Legend juga menjadi cerita tersendiri.
Berbagai laporan mengenai transaksi tersebut menyebut adanya persaingan penawaran yang sangat ketat antara pembeli internasional.
Salah satu sumber yang membahas langsung peristiwa lelang tersebut menyebut bahwa persaingan terjadi antara pihak seperti Yingying dan Ryuki Narita, dengan Yingying akhirnya memenangkan penawaran untuk kliennya.
Karena itu, foto pemenang lelang yang sering beredar bersama cerita S-Legend menjadi bagian dari sejarah transaksi koi tersebut.
Mengapa Harga S-Legend Bisa Mencapai Rp27 Miliar?
Pertanyaan terbesar bagi orang yang baru mengenal koi tentu:
Mengapa seekor ikan bisa berharga puluhan miliar rupiah?
Jawabannya bukan karena satu faktor.
Harga koi kelas dunia merupakan hasil kombinasi banyak faktor.
1. Bloodline
Bloodline merupakan salah satu aspek penting.
S-Legend memiliki hubungan dengan Neo Universe dan garis keturunan Tomahawk sebagaimana dijelaskan Kentaro Sakai.
Dalam dunia breeding, garis keturunan memberikan informasi mengenai potensi karakter tertentu yang dapat diwariskan.
Namun bloodline saja tidak menjamin seekor koi menjadi juara.
2. Ukuran Tubuh
Ukuran 101 cm merupakan salah satu daya tarik S-Legend.
Mencapai ukuran jumbo merupakan tantangan tersendiri.
Koi harus memiliki pertumbuhan yang baik sekaligus mampu mempertahankan kualitas kulit, warna dan bentuk tubuh.
Semakin besar seekor koi, semakin jelas pula kekurangan struktur tubuh maupun kualitas kulitnya.
3. Body Conformation
Bentuk tubuh atau body conformation sangat penting dalam penilaian koi.
Koi kelas tinggi idealnya memiliki tubuh yang proporsional dan memiliki kesan kuat ketika berenang.
Pada koi jumbo, body conformation menjadi semakin penting karena tubuh yang besar akan memperlihatkan struktur ikan secara lebih jelas.
S-Legend dikenal bukan hanya karena panjangnya, tetapi juga karena kemampuan mempertahankan kesan elegan dan bermartabat ketika mencapai ukuran besar.
4. Kualitas Beni
Pada Kohaku, beni merupakan salah satu elemen utama.
Beni yang berkualitas harus mempunyai karakter warna yang baik dan tampak menyatu dengan kulit.
Pada S-Legend, Kentaro Sakai secara khusus menyebut bahwa kualitas beni-nya sangat mirip dengan Neo Universe sebagai induk betina.
Ini menunjukkan bagaimana karakter genetik dapat terlihat pada keturunannya.
5. Shiroji
Selain merah, Kohaku membutuhkan dasar putih atau shiroji yang berkualitas.
Kontras antara shiroji dan beni membuat pola merah menjadi semakin menonjol.
Dalam wawancara mengenai S-Legend, Daishiro Shirasaka bahkan menyoroti perubahan kondisi ikan tersebut sebelum mengikuti ZNA Show, termasuk shiroji putih bersih dan kilau kulit yang menurutnya sangat mengesankan.
Pola Kohaku S-Legend
Pada koi kelas kontes, pola bukan sekadar persoalan “merahnya banyak atau sedikit”.
Yang dinilai adalah bagaimana pola tersebut membentuk keseluruhan penampilan koi.
Beberapa elemen yang diperhatikan antara lain:
- keseimbangan pola,
- posisi hi,
- bentuk pattern,
- kiwa,
- sashi,
- distribusi warna,
- hubungan pola dengan bentuk tubuh,
- serta kesan keseluruhan ketika koi berenang.
S-Legend memiliki kombinasi pola dan struktur tubuh yang membuatnya mampu tampil kuat di arena kontes.
Inilah salah satu perbedaan antara koi cantik dan koi yang memiliki kualitas kompetisi tingkat Grand Champion.
Faktor “Finishing” pada Koi
Salah satu hal yang sangat menarik dari kisah S-Legend adalah perubahan kondisi ikan menjelang kontes.
Ketika pertama kali dilihat pada usia muda, S-Legend belum menunjukkan kondisi akhir seperti ketika menjadi Grand Champion.
Bahkan Shirasaka menjelaskan bahwa ketika S-Legend tampil di ZNA Show, kondisinya berubah sangat drastis dibandingkan ketika ia melihatnya sekitar 40–50 hari sebelumnya. Shiroji terlihat lebih bersih dan keseluruhan kulitnya memiliki luster yang sangat kuat.
Ini memperlihatkan pentingnya konsep finishing dalam koi show.
Koi yang mempunyai genetik bagus belum tentu tampil maksimal setiap saat.
Kondisi air, nutrisi, temperatur, kualitas pakan, kesehatan, perkembangan kulit dan manajemen pemeliharaan semuanya dapat memengaruhi penampilan seekor koi ketika masuk ke kontes.
S-Legend Kembali Menjadi Grand Champion pada 2019
Perjalanan S-Legend ternyata belum berakhir setelah rekor lelang.
Pada 2019, S-Legend kembali memenangkan Grand Champion All Japan Koi Show.
Saat itu ukurannya telah mencapai sekitar 101 cm.
Prestasi ini sangat penting karena menunjukkan bahwa S-Legend masih mampu tampil pada level tertinggi setelah mencapai ukuran jumbo dan setelah menjadi salah satu koi dengan harga lelang paling tinggi di dunia.
Catatan sejarah Grand Champion juga mencatat S-Legend sebagai salah satu koi yang berhasil memenangkan gelar tersebut pada lebih dari satu kesempatan.
Kisah Tragis Setelah Kemenangan 2019
Bagian paling mengharukan dari perjalanan S-Legend terjadi tidak lama setelah kemenangan tersebut.
Dalam wawancara Kentaro Sakai yang dipublikasikan kemudian, ia menjelaskan bahwa menjelang All Japan Nishikigoi Promotion Association’s 50th anniversary show pada 2019, kondisi S-Legend sebenarnya sangat buruk.
S-Legend mengalami infeksi bakteri pada bagian dalam tubuhnya dan bahkan hampir tidak dapat mengikuti kontes.
Menurut Sakai, abses tersebut harus dikeringkan menggunakan jarum suntik agar ikan tersebut dapat mengikuti pertandingan.
Namun S-Legend tetap berhasil masuk kontes.
Dan yang terjadi kemudian sungguh luar biasa.
S-Legend berenang pada hari Jumat.
Kemudian memenangkan Grand Champion.
Tetapi pada hari Minggu, S-Legend akhirnya mati.
Sebuah akhir yang tragis bagi salah satu koi paling terkenal dalam sejarah modern Nishikigoi.
Dari Ikan Biasa Menjadi Legenda
Ada pelajaran menarik dari kisah S-Legend.
Ketika masih muda, tidak semua orang melihatnya sebagai calon legenda.
Bahkan Kentaro Sakai sendiri mengakui bahwa ketika masih kecil, ia tidak langsung mengetahui bahwa ikan tersebut akan berkembang menjadi luar biasa.
S-Legend kemudian berkembang pesat.
Dari sekitar 60 cm pada nisai menjadi sekitar 74 cm pada sansai.
Kemudian mencapai 97 cm pada usia tujuh tahun.
Selanjutnya berkembang hingga sekitar 101 cm.
Dalam proses tersebut, kualitasnya semakin matang dan akhirnya mampu memenangkan kontes-kontes paling bergengsi.
Cerita ini menunjukkan bahwa potensi koi harus dilihat sebagai proses, bukan hanya berdasarkan kondisi pada satu titik usia.
Apa yang Membuat Koi Bisa Sangat Mahal?
Kasus S-Legend juga memberikan gambaran mengenai ekonomi koi kelas dunia.
Harga koi tidak hanya ditentukan oleh berat atau panjang ikan.
Seekor koi 100 cm tidak otomatis bernilai miliaran rupiah.
Harga dapat dipengaruhi oleh kombinasi:
Genetik
Bloodline dan kualitas induk.
Body
Struktur dan proporsi tubuh.
Skin quality
Kualitas kulit, lustre dan kondisi permukaan.
Beni
Kualitas dan karakter warna merah.
Shiroji
Kebersihan serta kualitas dasar putih.
Pattern
Keseimbangan dan kualitas pola.
Size
Potensi dan pencapaian ukuran jumbo.
Age
Usia serta perkembangan kualitas ikan.
Show record
Prestasi pada kontes koi.
Breeder reputation
Reputasi breeder.
Rarity
Kelangkaan kombinasi karakter yang dimiliki.
Market demand
Permintaan dari kolektor dan dealer internasional.
Dengan kata lain:
Harga koi kelas dunia merupakan kombinasi antara kualitas biologis, rarity, reputasi, prestasi, dan mekanisme pasar.
Sakai Fish Farm dan Kekuatan Breeding Jepang
Tidak bisa membicarakan S-Legend tanpa membicarakan Sakai Fish Farm.
Sakai merupakan salah satu nama besar dalam industri Nishikigoi Jepang.
Farm ini dikenal luas terutama melalui pengembangan koi berkualitas tinggi, khususnya Kohaku dan Sanke.
Salah satu kekuatan breeding Sakai adalah kemampuan melakukan seleksi dalam jumlah yang sangat besar.
Dalam wawancara Kentaro Sakai, ia menjelaskan bahwa farm tersebut menetaskan sekitar 32 juta koi per tahun, kemudian melakukan seleksi secara bertahap.
Sekitar 97 persen disingkirkan setelah seleksi awal. Pada tahap berikutnya dilakukan seleksi kembali, dan pada akhirnya hanya sebagian kecil yang berkembang menjadi koi dengan nilai sangat tinggi.
Angka tersebut memberikan perspektif penting.
Ketika kita melihat satu ekor koi berharga puluhan miliar rupiah, kita sebenarnya sedang melihat hasil dari proses seleksi yang sangat panjang.
Tidak Semua Koi Sakai Bernilai Miliaran
Ini juga perlu dipahami.
Nama Sakai Fish Farm tidak berarti semua koi dari farm tersebut otomatis bernilai miliaran rupiah.
Harga ditentukan oleh kualitas individu.
Di dalam satu batch pemijahan dapat terdapat ribuan bahkan jutaan anak koi dengan kualitas berbeda.
Hanya sebagian kecil yang memiliki kombinasi karakter yang luar biasa.
Karena itu, dalam dunia koi dikenal proses culling atau seleksi.
Koi yang tidak memenuhi standar tertentu akan dikeluarkan dari proses pengembangan lebih lanjut.
Semakin tinggi level kualitas yang dituju, semakin ketat proses seleksinya.
S-Legend dan Pelajaran untuk Penghobi Koi
Bagi penghobi koi biasa, kisah S-Legend bukan berarti kita harus membeli koi mahal.
Justru ada banyak pelajaran yang bisa diambil.
Pertama: Jangan hanya melihat harga.
Koi mahal belum tentu sesuai dengan tujuan pemeliharaan kita.
Untuk penghobi, kualitas ikan harus disesuaikan dengan:
- ukuran kolam,
- sistem filtrasi,
- kualitas air,
- kemampuan pemeliharaan,
- tujuan breeding,
- tujuan kontes,
- dan anggaran.
Kedua: Perhatikan potensi pertumbuhan.
Koi yang masih muda harus dilihat berdasarkan potensi, bukan hanya penampilan sesaat.
Ketiga: Pelajari bloodline.
Memahami bloodline membantu penghobi mengetahui sejarah genetik dan karakter yang mungkin muncul.
Keempat: Pelajari body conformation.
Jangan membeli koi hanya karena pattern terlihat menarik.
Bentuk tubuh merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan koi.
Kelima: Jangan mengabaikan kualitas air.
Koi dengan genetik luar biasa tetap membutuhkan lingkungan yang baik.
Air, filtrasi, oksigen, temperatur, kepadatan ikan dan pakan memiliki peran besar dalam mendukung pertumbuhan.
S-Legend Bukan Sekadar “Koi Termahal”
Ketika orang mendengar angka 203 juta yen, perhatian biasanya langsung tertuju pada harganya.
Padahal harga tersebut hanyalah satu bagian dari cerita.
S-Legend mempunyai perjalanan yang jauh lebih panjang:
Neo Universe → breeding Sakai Fish Farm → pertumbuhan luar biasa → dibeli Daishiro Shirasaka → Grand Champion ZNA 2016 → Grand Champion All Japan 2017 → mencapai sekitar 101 cm → rekor lelang 203 juta yen → kembali Grand Champion pada 2019 → kemudian mati setelah kontes.
Rangkaian tersebutlah yang membuat namanya menjadi legenda.
S-Legend membuktikan bahwa dalam dunia Nishikigoi, seekor ikan dapat berubah dari individu yang awalnya belum terlalu menonjol menjadi ikan yang kemudian mencatatkan sejarah.
Apakah S-Legend Masih Menjadi Koi Termahal di Dunia?
Istilah “koi termahal di dunia” perlu digunakan secara hati-hati.
Yang dapat dikatakan secara lebih presisi adalah:
S-Legend mencatat rekor harga lelang koi sebesar 203 juta yen dan menjadi salah satu rekor transaksi koi paling terkenal dalam sejarah Nishikigoi.
Sejumlah sumber industri masih menyebut angka 203 juta yen sebagai harga tertinggi yang pernah dilaporkan untuk seekor koi.
Namun, status “termahal di dunia saat ini” sebaiknya tidak ditulis sebagai fakta mutlak tanpa batas waktu karena pasar koi terus berkembang dan transaksi privat tidak selalu dipublikasikan.
Jadi, untuk artikel yang ingin tetap akurat dalam jangka panjang, kalimat:
“S-Legend adalah koi termahal di dunia saat ini”
lebih aman diganti menjadi:
“S-Legend merupakan koi yang mencatat rekor harga lelang 203 juta yen, salah satu harga tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah perdagangan Nishikigoi.”
Dengan formulasi tersebut, artikel tetap kuat secara SEO sekaligus lebih aman secara faktual.
Kesimpulan
S-Legend adalah sebuah Kohaku betina dari Sakai Fish Farm yang berhasil mencapai status legendaris dalam dunia Nishikigoi.
Ia memiliki garis keturunan yang terkait dengan Neo Universe, memiliki kemampuan pertumbuhan luar biasa, mencapai ukuran sekitar 101 cm, dan memenangkan berbagai gelar bergengsi.
Prestasi terbesarnya antara lain Grand Champion ZNA International Koi Show 2016, Grand Champion All Japan Combined Nishikigoi Show 2017, dan kembali menjadi Grand Champion pada 2019.
Pada lelang, namanya semakin terkenal setelah tercatat terjual dengan harga 203.000.000 yen.
Namun, nilai sebenarnya dari S-Legend tidak hanya terletak pada harga.
Ia merupakan gambaran dari apa yang dapat terjadi ketika genetik, seleksi breeder, pertumbuhan, kualitas kulit, pattern, body conformation, pemeliharaan, reputasi breeder, prestasi kontes dan permintaan kolektor bertemu dalam satu ekor koi.
Dan mungkin inilah alasan mengapa nama tersebut begitu tepat:
S-Legend — sebuah legenda yang lahir dari dunia Nishikigoi.

Penulis Buku GILA KOI
Konsultan Perawatan Ikan Koi
Kontraktor Pembangunan Kolam dan Sistem Filter


