Kolam  

Kolam Koi Baru Selesai Dibangun? Jangan Langsung Masukkan Koi, Lakukan Running Kolam Selama 60 Hari

Kolam Koi Baru
Artikel ini ditulis oleh Doni Bastian - Penulis Buku GILA KOI, Konsultan Perawatan Ikan Koi dan Kontraktor Pembangunan Kolam Koi dan Sistem Filter

Banyak penghobi koi yang merasa tidak sabar setelah kolam impiannya selesai dibangun. Air sudah terisi penuh, filter kolam koi sudah berjalan dan ikan koi berkualitas sudah siap dibeli. Sayangnya, langkah seperti ini justru menjadi penyebab paling umum ikan koi mudah sakit, stres, bahkan mati dalam waktu singkat. Perlu dipahami bahwa kolam baru bukan berarti sudah siap dihuni ikan koi. Kolam baru selesai dibangun hanyalah bangunan fisiknya. Sementara itu, kehidupan biologis di dalam kolam sama sekali belum terbentuk. Karena itulah, setiap kolam koi baru wajib menjalani masa running selama kurang lebih 60 hari sebelum benar-benar digunakan untuk memelihara ikan koi.

Apa Itu Masa Running Kolam?

Running kolam adalah proses membangun keseimbangan biologis atau ekosistem di dalam kolam. Fokus utamanya bukan membuat air menjadi bening, melainkan membentuk koloni bakteri baik sebanyak mungkin pada media filter biologis.

Bakteri inilah yang nantinya bertugas mengurai limbah organik, sisa pakan, dan amonia yang dihasilkan ikan. Tanpa koloni bakteri yang kuat, kualitas air akan cepat menurun dan berbahaya bagi koi.

Singkatnya, selama masa running, yang sedang “dipelihara” sebenarnya bukan ikan, tetapi bakteri baik.

Mengapa Tidak Boleh Langsung Memasukkan Koi?

Koi termasuk ikan yang cukup sensitif terhadap perubahan kualitas air. Pada kolam baru, hampir tidak ada bakteri pengurai sehingga limbah ikan akan berubah menjadi amonia yang sangat beracun.

Akibatnya, koi dapat mengalami:

  • Stres berat.
  • Nafsu makan menurun.
  • Sirip menguncup.
  • Mudah terserang penyakit.
  • Keracunan amonia.
  • Bahkan kematian dalam waktu singkat.

Padahal masalah utamanya bukan pada ikan, melainkan karena kolam belum matang secara biologis.

Gunakan Ikan Tester Selama Masa Running

Selama sekitar dua bulan pertama, sebaiknya jangan menggunakan koi sebagai penghuni kolam.

Sebagai gantinya, gunakan ikan tester yang lebih tahan terhadap perubahan kualitas air, misalnya:

  • Ikan mas konsumsi.
  • Ikan nila.
  • Ikan patin.

Tujuan ikan tester bukan untuk dipelihara selamanya, melainkan menghasilkan limbah organik yang akan menjadi sumber makanan bagi bakteri baik.

Dengan adanya ikan tester, pertumbuhan koloni bakteri akan berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan jika kolam dibiarkan kosong.

Jangan Biarkan Kolam Baru Kosong

Kesalahan yang sering dilakukan pemilik kolam baru adalah mengisi air, menyalakan pompa, lalu membiarkan kolam kosong selama beberapa minggu.

Cara ini sebenarnya kurang efektif.

Tanpa ikan, hampir tidak ada limbah organik yang masuk ke sistem filter sehingga bakteri tidak memiliki sumber makanan. Akibatnya, pertumbuhan koloni bakteri berlangsung sangat lambat.

Kolam memang terlihat bersih, tetapi secara biologis belum berkembang.

Beri Pakan Lebih Banyak Selama Running

Pada masa running, tujuan utama bukan membesarkan ikan tester, melainkan mempercepat pembentukan ekosistem.

Karena itu, ikan tester justru disarankan diberi pakan dalam jumlah cukup banyak.

Semakin banyak pakan yang dimakan, semakin banyak pula kotoran yang dihasilkan. Kotoran tersebut kemudian akan diurai menjadi nutrisi bagi koloni bakteri pada media filter biologis.

Dengan cara ini, populasi bakteri akan berkembang jauh lebih cepat sehingga filter biologis menjadi matang dalam waktu sekitar 60 hari.

Namun, pastikan sistem sirkulasi, aerasi, dan filter tetap bekerja selama 24 jam tanpa henti.

Fokus Utama Running Adalah Filter Biologis

Media filter biologis merupakan tempat hidup jutaan bakteri pengurai.

Beberapa contoh media biologis yang umum digunakan antara lain:

  • Japanese Mat.
  • Bio Ring.
  • Crystal Bio.
  • Bacteria House Media.
  • Lava Rock.
  • Bio Ball khusus filter biologis.

Semakin besar luas permukaan media biologis, semakin besar pula koloni bakteri yang dapat berkembang.

Oleh karena itu, selama masa running pastikan seluruh air kolam terus mengalir melewati filter biologis agar bakteri mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi secara terus-menerus.

Kapan Koi Boleh Dimasukkan?

Setelah masa running mencapai sekitar 60 hari, ekosistem kolam umumnya sudah jauh lebih stabil.

Pada tahap ini:

  • Koloni bakteri sudah berkembang dengan baik.
  • Filter biologis mulai bekerja secara maksimal.
  • Kualitas air lebih stabil.
  • Risiko lonjakan amonia jauh lebih kecil.

Selanjutnya, pindahkan seluruh ikan tester dari kolam.

Barulah setelah itu kolam siap diisi dengan ikan koi pilihan Anda.

Agar adaptasi berlangsung lebih aman, masukkan koi secara bertahap, jangan langsung dalam jumlah yang terlalu banyak sekaligus.

Baca juga : Mitos air bening

Kesimpulan

Kesuksesan memelihara koi sebenarnya sudah ditentukan sejak kolam pertama kali selesai dibangun.

Jangan terburu-buru memasukkan koi hanya karena air terlihat jernih. Air yang bening belum tentu memiliki ekosistem yang sehat.

Lakukan running kolam selama minimal 60 hari, gunakan ikan tester seperti ikan mas, nila, atau patin, beri pakan yang cukup agar terbentuk banyak limbah sebagai makanan bakteri, dan biarkan koloni bakteri berkembang secara maksimal pada media filter biologis.

Setelah dua bulan, keluarkan seluruh ikan tester, lalu gantikan dengan ikan koi pilihan Anda. Dengan kolam yang sudah matang secara biologis, koi akan lebih mudah beradaptasi, tumbuh sehat, memiliki warna yang lebih baik, serta jauh lebih tahan terhadap penyakit.

Prinsip yang perlu diingat: Yang pertama kali harus dipelihara pada kolam baru bukan ikan koi, melainkan ekosistemnya. Jika ekosistem sudah terbentuk dengan baik, memelihara koi akan menjadi jauh lebih mudah dan menyenangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses